Posted on November 18, 2008 by saksizaman
Pemilihan Umum 1999 membawa `berkah` bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pimpinan Megawati Soekarnoputri. Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini mendulang suara tertinggi, mengungguli the ruling party sepanjang Orde Baru, yakni Partai Golkar. Sosok Megawati yang tercitrakan sebagai tokoh terpinggirkan dan pembela wong cilik berhasil menggaet massa (pemilih) yang mengharapkan `perbaikan` nasib hidup mereka.
Lantas, pada Pemilu 2004 perolehan suara PDIP merosot. Sebagian konstituen tidak lagi memilih partai ini dan mengalihkan suara pada partai-partai yang diharapkan mampu membawa perubahan. Bisa jadi mereka tak puas dengan kinerja Megawati yang sempat naik menjadi presiden menggantikan Abdurrahman Wahid yang kejatuhannya fenomenal itu. Di era pemerintahan Gotong-royong bentukan Megawati tersebut, sebagian wong cilik belum merasakan terwujudknya kehidupan yang lebih baik. Malah, dengan kenaikan BBM di era Megawati, kehidupan mereka terasa kian sempit.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on November 9, 2008 by saksizaman
Aparat hukum akhirnya membuktikan janjinya mengeksekusi mati tiga terpidana Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera, dan Mukhlas. Ketiganya ditembak mati oleh regu penembak jitu pada Ahad (9/11) dini hari, atau seperti dikutip Antara, pukul 00.15 di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Eksekusi ini mengakhiri drama sekira 6 tahun proses pengadilan terpidana peristiwa pemboman di dua kafe di kawasan Kuta Bali, 12 Oktober 2002.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on November 5, 2008 by saksizaman
Hari yang mendebarkan jantung Obama Barack Husein itu dirayakan dengan kemenangan spektakuler. Ya, seorang Obama telah memenangkan pertarungan sengit dan ketat dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang digelar secara serentak pada 4 November 2009. Isteri, anak, kerabat dekat, tetangga, para pemilih dan pendukungnya, bahkan para pengagum Obama di luar AS menyambut kemenangan itu dengan gegap gempita. “Yes, We Can”, demikian yel-yel yang diluapkan massa sebagai sambutan atas tema kampanye Obama tentang perubahan.
Meski telah berbulan-bulan fisik dan pikiran Obama terkuras dalam ajang kampanye menuju Gedung Putih, di hadapan pendukungnya ia selalu tampak fit dan enerjik. Seperti perayaan kemenangannya di Grant Park, misalnya, pria berdarah Afrika-AS ini menyambut puluhan ribu pendukungnya dengan antusias. Ia naik ke panggung bersama isteri dan dua anaknya.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on November 1, 2008 by saksizaman
Aulia Pohan akhirnya ditetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keputusan ini diambil tak lama berselang setelah hakim yang mengadili mantan gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah memvonis 5 tahun penjara di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta (29/10). Langkah KPK menetapkan status tersangka bagi besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut mendapat apresiasi dari sebagian publik.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on November 1, 2008 by saksizaman
Anak bangsa yang masih memiliki hati nurani dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral di negeri ini tampak bersujud syukur atas pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pornografi menjadi UU oleh DPR RI, Kamis (30/10). Hal itu diwakili oleh sejumlah elemen mahasiswa dan rakyat yang melakukan aksi demo menuntut disahkannya RUU tersebut di saat anggota DPR sedang rapat paripurna.
Rapat paripurna yang menentukan nasib RUU Pornografi itu pun cukup dramatis. Seluruh anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan juga Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) melakukan aksi walk out. Pimpinan kedua fraksi tersebut menyatakan tidak bertanggung jawab terhadap hasil pengesahan RUU yang dianggap mereka belum mengakomodasi suara dari masyarakat, terutama dari daerah penolak RUU seperti di Bali dan Sulawesi Utara. Peserta aksi walk out pun bertambah dua anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar yang berasal dari Bali, yakni Gde Sumarjaya Linggih dan Ni Nyoman Tisnawati Karna.
Dari perspektif kelompok pendukung RUU Pornografi memandang pornografi sudah sangat memprihatinkan di negeri ini. Contohnya bisa ditengok dari fenomena maraknya peredaran maupun tontonan beraroma porno seperti vcd/dvd maupun video streaming yang mudah diakses, oleh anak-anak di bawah umur sekalipun, melalui layar handphone. Vcd/dvd juga begitu mudahnya diperoleh di beberapa pusat rental dan kawasan tertentu, seperti Glodok, Jakarta, yang tak pernah sepi pembeli itu. Sementara bagi kelompok penentang RUU Pornografi, disahkannya rancangan itu diyakini akan memasung kebebasan seni, budaya, serta industri pariwisata di tanah air.
RUU Pornografi, yang sebelumnya diberi judul RUU Antipornografi dan Pornoaksi, itu tercatat sebagai RUU yang terlama dan paling alot pembahasannya. Banyak pihak berkepentingan saling tarik-menarik mempengaruhi Panitia Khusus RUU itu. Namun, pada akhirnya mayoritas anggota DPR menyetujui pengesahannya dengan argumentasi yang secara garis besarnya tak berbeda, yakni demi menjunjung tinggi moral serta nilai-nilai luhur bangsa dan melindungi kaum perempuan dan anak-anak dari dampak pornografi.
Setelah disahkan, kini muncul harapan baru atas lahirnya UU Pornografi, yakni mengeliminasi “industri pornografi” yang selama ini sulit dijerat karena lemahnya penegakan hukum dan belum tersedianya sanksi hukum bagi mereka. Harapan itu juga muncul di kalangan kaum ibu yang mendambakan keamanan dan perlindungan bagi diri dan putra-putrinya dari dampak negatif pornografi.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on October 20, 2008 by saksizaman
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memutuskan calon tetap anggota legislatif pada 31 Oktober mendatang. Komisi ini telah mengumumkan sebanyak 11.868 kandidatnya lolos verifikasi pada 26 September lalu. Sementara 2.152 calon gugur alias tak lolos verifikasi. Benarkan mereka yang lolos sudah layak menjadi anggota legislatif secara ideal?
Tunggu dulu! Logikanya untuk menyeleksi puluhan ribu calon anggota legislatif tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Sementara KPU yang sudah punya jadwal memverifikasi mereka tak punya banyak waktu. Yang diperlukan adalah data yang disodorkan oleh calon secara administratif. Sehingga “jeroan” sang calon bisa jadi tak tergali secara mendalam.
Benarlah, jika Badan Pengawas Pemilu melalui pengaduan masyarakat berhasil membongkar beberapa calon yang dianggap sebagai bermasalah. Sedikitnya 44 calon anggota legislatif pusat dan 8 calon DPD telah dilaporkan ke KPU. Mereka yang terjaring dan diduga memiliki cacat moral itu mempunyai beragam masalah seperti menggunakan ijazah aspal alias asli tapi palsu, pemakai narkoba, tindak pemerasan, pelecehan seksual, hingga dugaan melakukan korupsi.
Memang, laporan dari masyarakat tentang kecacatan moral seorang calon anggota legislatif belum tentu terbukti benar sebelum diinvestigasi lebih mendalam dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Selain itu juga perlu keterlibatan aparat penegak hukum untuk pembuktiannya. Dan KPU juga tak punya hak untuk menghapus nama-nama mereka karena kewenangannya ada pada partai-partai politik yang menaunginya.
Para oknum politikus yang diduga bermasalah itu bukan berasal dari partai-partai gurem, melainkan juga berasal dari sejumlah partai besar nan eksis. Bagaimana pola serta mekanisme rekrutmen dan seleksi para calon anggota legislatif itu diterapkan sehingga kasus itu pun menjangkiti partai-partai besar yang memiliki struktur dan organisasi yang rapi dan profesional?
Itulah pertanyaan utamanya yang harus segera diperbaiki oleh partai-partai peserta Pemilu 2009. Sebab, politikus busuk yang “mendompleng” pada partai mereka secara pelan tapi pasti akan turut membusukkan partai itu di mata rakyat. Coba tengok dalam sekira satu-dua terakhir dimana sejumlah politikus harus berhadapan dengan masalah hukum dan moral. Sebut saja Al-Amin Nasution kader PPP dalam kasus dugaan korupsi pengalihfungsian hutan lindung; Yahya Zaini, kader Partai Golkar dalam kasus perbuatan mesum dengan seorang artis; Max Moein, kader PDIP yang juga terkena kasus dugaan perbuatan asusila dengan mantan asisten pribadinya. Aib tersebut akhirnya mengantarkan mereka terpental dari Senayan, selain juga namanya “tercemar” di masyarakat.
Filed under: Politik | Leave a Comment »
Posted on October 12, 2008 by saksizaman
Beginilah jadinya bila negara yang menjuluki dirinya sebagai Super Power di dunia ini mengalami krisis keuangan. Negara-negara di seantaero bumi–tak pandang bulu negara maju atau miskin–langsung terkena dampaknya. Bursa-bursa saham tiba-tiba mengalami pesakitan meski sebelumnya sehat wal afiat!
Wabah krisis keuangan yang menjangkiti perekonomian AS sepertinya sedang menuju titik nadir dimana di negara Paman Sam itu lembaga keuangan dan perbankan sudah tak sanggup lagi menahan gejolak kredit macet di sektor properti sekira dalam setahun terakhir.
Pemerintahan Bush kini sedang gundah dan panik. Jika beberapa tahun sebelumnya Presiden Bush sibuk dan dipusingkan oleh isu terorisme, kini bisa jadi ia tak bisa tidur gara-gara krisis yang mengancam kebangkrutan ekonomi di negara yang ia pimpin selama dua periode itu.
Upaya penyelamatan Gedung Putih untuk mengatasi krisis telah dicoba dengan berbagai cara. Misalnya dengan menginstruksikan Bank Sentralnya untuk menurunkan suku bunga serta pengguyuran dana bank sentral ke pasar, namun upaya ini tak dapat mengatasi masalah secara berkelanjutan. Ditambah lagi dengan kebijakan Bush dengan menandatangani paket dana talangan sebesar US $700 miliar lewat UU Stabilisasi Ekonomi Darurat (3/10), tapi pasar saham hanya merespons positif sesaat saja.
Indeks saham Dow Jones di bursa Wall Street New York berkali-kali anjlok, diikuti dengan rentetan kejatuhan indeks-indeks saham di negara-negara Eropa terus merembet ke kawasan Asia. Para investor panik sehingga aksi pelepasan saham yang mereka miliki demi menyelamatkan diri dari gelombang krisis keuangan yang dipancarkan dari AS sebagai pusat keuangan dunia. Indeks saham pun terjun bebas dan mengancam stabilitas perekonomian negara. Para nasabah bank di berbagai kawasan dunia juga beramai-ramai menarik dananya untuk mengantisipasi “bencana” yang tak mereka inginkan.
Tak heran bila sejumlah negara, termasuk Indonesia terpaksa menghentikan sementara perdagangan (suspensi) seluruh saham dan derivatif sejak Rabu (8/10). Kebijakan suspensi itu dilakukan karena melihat “ketidakwajaran” atas merosotnya indeks harga saham gabungan.
Warga dunia kini siap atau tidak mesti siap-siap menghadapi krisis ekonomi global karena era milenium tunduk pada mekanisme global yang terwakili oleh sistem kapitalis. Pusat sistem kapitalis itu sekarang tengah dililit masalah serius sehingga dampaknya juga menjalar ke seluruh pelosok dunia.
Di beberapa negara
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »