Misteri Blue Energy, Misteri Joko Suprapto

Sepekan terakhir berbagai media massa menyoroti soal proyek blue energy yang mendapat restu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bukan hanya masalah proyeknya yang mendapat sorotan tajam dari publik melalui blow up media ini, melainkan juga sosok yang disebut-sebut sebagai penemu energi alternatif pengganti BBM ini, yakni Joko Suprapto.

Warga Desa Ngadiboyo, Kec. Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur, ini namanya kembali melambung tinggi sesaat setelah peristiwa yang agak ganjil menimpa dirinya. Publik “disuguhi” berita tentang “hilangnya” Joko sejak keberangkatannya dari Bandara Juanda (Surabaya) tujuan Jakarta (6/5) melalui pesawat terbang dengan membawa peralatan hasil temuannya (blue energy).

Hingga 23 Mei keberadaannya belum diketahui, hingga membuat “kalang-kabut” Presiden. Presiden pun memerintahnya aparat keamanan (polisi, detasemen 88 ) untuk segera mencari tahu keberadaan sang penemu blue energy tersebut. Alhasil, dalam waktu singkat, hari itu juga, aparat dapat mengendus keberaan Joko. Sebagian orang yang menduga Joko diculik oleh kelompok tertentu, dibantah oleh aparat, dan Joko sendiri. Versi aparat, Joko diketemukan di RSUD Soedono, Madiun karena sedang menjalani perawatan medis (jantung). Alasan demikian dibenarkan oleh Joko, yang sejak kembali ke rumahnya masih tak mau buka mulut pada warga masyararat, terlebih pekerja pers yang tak lelah menunggu statemen langsung darinya.

Joko yang sebelumnya dikabarkan mengaku jebolan FT Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi perbincangan “menarik” di rektorat UGM. Pihak UGM rupanya membantah Joko lulusan UGM. Ketua Jurusan Teknik Elektro UGM Tumiran, sebagaimana dikutip Koran Tempo (28/5) mengaku prihatin dan menganggap klaim Joko yang dipercaya Presiden itu telah menyesatkan masyarakat. Menurut Tumiran, sebuah temuan semestinya memperoleh verifikasi terlebih dahulu dari LIPI, BPPT, atau Kementerian Ristek sebagai asisten pemerintah di bidang penelitian.

Memang rada misteri soal klaim penemuan blue energy yang berasal dari bahan dasar air ini. Selain proses elektrolisisnya yang membutuhkan pasokan listrik, atau proses pemecahan gas hidrogen yang membutuhkan suhu sangat tinggi, pun bahan bakar dari air ini kabarnya telah dipatenkan oleh Stanley Meyer di AS. Sosok Joko Suprapto sendiri, apalagi jika nantinya terkuak dia bukan jebolan UGM, belum dikenal sebagai peneliti atau ilmuwan yang concern dengan penelitian ilmiah.

Kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya….

One Response

  1. Blue energy = HOAX (bohong)
    Lihat aja di wikipedia, cari artikel ttg “gasoline fuel”. Dari dulu emang banyak yang ngaku uda nemuin cara ngubah air jadi BBM, tapi ujung2nya nipu2 doank..

Leave a Reply