Mantan Jubir Gedung Putih Merasa “Tertipu” Bush

Ambisi Presiden AS George W. Bush untuk terus menduduki wilayah Irak boleh-boleh saja mengendap di otaknya. Hanya saja seiring perjalanan waktu, nafsu menguasai Irak dengan dalih penegakan demokrasi dan perang melawan terorisme kian terkuak hidden agenda-nya. Orang-orang terdekatnya, yang dulu ikut meng-amini kebijakan Perang Irak, satu demi satu mulai memperlihatkan rasa kemanusiaannya terhadap penderitaan rakyat Irak yang tak kunjung henti sejak Maret 2003.

Kini giliran orang dekat Bush bicara blak-blakan soal pribadi Bush dan kebijakan (luar negerinya). Merasa dirinya selama ini “tertipu” Scott McClellan, mantan juru bicara Gedung Putih di era Bush, Selasa (27/5) menguak “kebohongan” Bush melalui buku terbarunya  berjudul “What Happened: Inside the Bush White House and Washington’s Culture of Deception”. Dari judulnya saja sudah terbaca muatan buku tersebut.

The Washington Post, seperti dikutip Kompas (29/5) melansir sebagian isi buku tersebut dengan mengutip pernyataan McClellan yang tanpa tedeng aling-aling.  Jubir Gedung Putih periode 2003-2006 ini  telah sadar bahwa  selama ini Presiden Bush “tidak terbuka, tidak jujur, dan tidak terus terang tentang Irak serta selalu mengumbar  ‘propaganda’ untuk menjual perang yang mestinya tak perlu terjadi”. Kebijakan perang Irak, katanya, merupakan kesalahan strategis yang amat sangat serius.

Dalam bukunya yang rencananya terbit pekan depan, itu juga dibeberkan soal sosok orang-orang dekat Bush yang mempengaruhi kebijakannya. Misalnya, Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice yang dinilainya “cakap” menghindar dari tudingan kesalahan-kesalahan yang diarahkan berbagai pihak terhadapnya. Sosok lainnya seperti Wakil Presiden Dick Cheney juga dianggapnya sebagai “penyulap” yang mengendalikan sejumlah kebijakan Bush tanpa diketahui publik.

Siapa lagi menyusul angkat bicara soal “kebohongan” perang Irak?

Leave a Reply