Gaya “Tung” Sosialisasikan Strategi Marketingnya

Tung Desem Waringin, 42, seorang motivator freedom financial, kembali memakai gaya marketingnya yang khas untuk memperkenalkan buku terbarunya “Marketing Revolution”. Melalui pesawat jenis Cessna Tung menyebarkan uang pecahan Rp1000,-, Rp5000,-, serta Rp10.000,- total Rp100 juta di atas Lapangan Grup I Kopassus, Taman Taktakan, Kec. Taktakan, Kota Serang, Bentan, Ahad (1/6) pagi.

Praktis sebaran uang sebanyak itu membuat warga di sekitar lapangan berhamburan demi memperebutkan beberapa lembar uang ribuan tersebut. Bak mimpi berangkali, mereka merasa seperti hujan uang dari langit. Ada yang dapat Rp10.000,- ada pula yang dapat cuma Rp1000,-. Tetapi, di antara warga ada pula yang sama sekali yang tak mendapatkannya. Nasib!

Tung yang senang memotivasi orang untuk mendapatkan “kebebasan finansial” tentu sudah memahami trik-trik atau strategi memasarkan diri maupun produknya. Karena itu tak heran jika, di tengah tudingan miring terhadap caranya memasarkan training financial revolution dan buku barunya itu, ia tetap keukeuh menyebarkan uang yang sebelumnya tidak mendapatkan izin penyebarannya di atas area Parkir Timur, Senayan, Jakarta.

Dulu, peluncuran buku “Financial Revolution” pun Tung mempergunakan strategi komunikasi yang khas, yakni dengan menunggang kuda di sepanjang Jalan Sudirman Jakarta. Tung, sebagaimana dikutip koran Sindo (2/6) melalui strategi pemasaran berbeda seperti ini hendak menyampaikan “protes” atas begitu banyaknya biaya marketing yang dihambur-hamburkan seperti menaburkan uang di atas gunung berapi; lantas hilang dan lenyap tak berbekas, dan tak pernah kembali.

Konsep marketing yang ditawarkan Tung melalui buku terbarunya adalah bahwa marketing itu tidak melulu sekadar “mengingatkan” tapi harus dibarengi dengan “menawarkan” Kalau hanya “mengingatkan” terus, kata Tung, akan sulit terjadi penjualan/transaksi.

Ada yang tak suka dengan gaya Tung seperti itu? Tak sedikit. Yang suka? Banyak, termasuk mereka yang mengejar-ngejar uang terbang di udara meski harus berkorban.

Leave a Reply