BK DPR Pun Periksa Max Moein

Beberapa pekan terakhir, terutama di dunia maya dihebohkan oleh foto syur, yang diduga angota FPDIP Max Moein, dengan seorang perempuan belia. Foto tersebut menyebar bak virus ganas, namun reaksi Badan Kehormatan (BK) DPR maupun parpol yang menaungi Wakil Ketua Komisi IX tidak seperti reaksi serupa terhadap kasus video syur anggota DPR asal Fraksi Partai Golkar, Yahya Zaini, dengan seorang artis dangdut Maria Eva, beberapa waktu lalu. Nasib Yahya Zaini pun akhirnya terpental dari kursi DPR serta di struktur DPP Partai Golkar (Ketua Bidang Kerohanian).

Foto yang beredar luas masih sebatas sebuah foto yang memperlihatkan wajah Max dan perempuan dengan senyum menggoda tanpa busana sebatas bahu ke atas. Sementara bagian dada ke bawah tak terlihat karena keterbatasan sudut gambar yang diambil oleh kamera.

Setelah banyak permintaan supaya BK merespons hebohnya foto syur itu, barulah Senin (2/6) BK DPR memanggil Max Moein untuk memberikan klarifikasi. Max, sebagaimana diberitakan berbagai media, menyangkal jika foto tersebut ada kaitannya dengan “permesuman”. Dia menegaskan bahwa foto yang beredar ke mana-mana itu diambil pada tahun 2003, saat dirinya bersama rombongan menghadiri satu acara di sebuah pulau.

Saat acara selesai, lanjut Max, dirinya dan kawan-kawannya hendak berenang. Sambil menunggu yang lain ganti baju, kata Max seperti dikutip detik.com (3/6), ada seorang perempuan (panitia) yang “mengajak” potret bersama. Hasilnya? Sebagaimana foto yang heboh itu.

Max boleh-boleh saja menepis tudingan miring soal adegan foto mesra itu. Namun, tidak hanya beredarnya “foto nakal” tersebut, Max kini juga sedang memikirkan bagaimana mengelak aduan pelecehan seksual yang diajukan mantan sekretaris pribadinya, Desi Firdianti. Desi yang menggelar jumpa pers di Komnas Perempuan, Rabu (28/5), seperti dikutip kompas.com, diwakili oleh Koordinator Layanan Hukum LBH Apik Sri Nurhewati, menjelaskan bahwa kondisi Desi trauma bersamaan dengan foto Max dan seorang perempuan itu.

Desi, melalui kuasa hukumnya mengaku baru memunculkan kasus pelecehan seksual ini karena dua alasan, yaitu tidak diresponinya surat pengaduannya oleh BK dan munculnya foto-foto yang dikaitkan dengan namanya. Desi pernah mengadukan kasusnya ke BK DPR melalui corong LBH APIK dengan mengirimkan surat pada tanggal 22 Agustus 2007. Karena tak mendapat respons cepat, surat pengaduan diajukan lagi pada 29 November 2007.

Pemanggilan Max oleh BK kemarin barulah untuk mengorek keterangan soal foto syur itu. Desi kabarnya juga segera dimintai keterangan oleh BK. Bagaimana masa depan karir politik Max?

Leave a Reply