Babak “Cerah” Kasus Kematian Munir

Kerja keras Suciwati, isteri almarhum Munir, dan para eksponen pro demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk mengungkap kasus kematian Munir memang patut ditiru. Mereka tak putus asa dan tak henti-hentinya melakukan berbagai aktivitas guna menguak jaringan yang rumit guna mengungkap aktor intelektual sesungguhnya di balik racun arsenik yang menamatkan riwayat hidup aktivis HAM tersebut. Aksi-aksi demo, lobi-lobi ke jaringan pembela HAM, hingga memperingati kematian Munir secara periodik dihadirkan hingga membuat aparat penegak hukum memperhatikan aspirasi mereka.

Polycarpus Budihari Priyanto, mantan pilot Garuda, adalah terdakwa pertama yang dihadapkan ke meja hijau karena diduga keterlibatannya dalam  kematian Munir.  Namun, para penggiat HAM tak begitu saja mempercayai bahwa seorang pilot seperti Poly menjadi aktor utama dalang pembunuhan 7 September 2004 tersebut. Mereka terus mendesak lembaga baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif untuk terus mengusut tuntas kasus Munir. Mereka juga mensinyalir ada keterlibatan oknum di Badan Intelijen Negara (BIN) ikut terlibat.

Suciwati pun pernah mengadukan kekecewaannya atas hasil putusan PK Mahkamah Agung yang menganulir keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memvonis Polycarpus 14 tahun penjara karena terbukti secara terencana terhadap Munir. Suciwati sempat mengadukan masalah kematian suaminya itu ke PBB.

Perjuangan yang tak kenal lelah itu, kemarin (19/6) memunculkan babak baru kasus Munir. Mabes Polri , sebagaimana diberitakan banyak media, menahan Mayor Jenderal (Purn.) Muchdi Purwoprajono atau biasa disebut Muchdi PR. Muchdi, mantan Deputi Kepala BIN, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Munir.

Muchdi PR memang sejak Tim Pencari Fakta (TPF) kasus kematian Munir dibentuk, 2004,  sudah diduga melakukan percakapan dengan Polycarpus  beberapa saat sebelum kematian Munir.  Muchdi juga pernah tak memenuhi panggilan TPF guna dikoreksi mengenai dugaan ia melakukan “pembicaraan” dengan Polycarpus sebelum kematian Munir tersebut.

Kini aparat polisi sudah berani menetapkan Muchdi sebagai tersangka baru. Apakah kasus kematian Munir akan terbongkar lewat kesaksian Muchdi nanti?

Leave a Reply